Bule yang sukses mengangkat bahasa Jawa di Dunia

Bule yang sukses mengangkat bahasa Jawa di Dunia

Bahasa Jawa adalah bahasa dari suku jawa. Menurut tingkatanya bahasa Jawa ada  3 macam, ada Boso Ngoko, Boso Madya, dan Boso  Krama. Masing - masing masih ada lagi tingkatannya.

Ahh,... Sudahlah..karena kali ini tidak akan membahas tentang itu. Baiklah, kita akan membahas tentang orang - orang bukan suku jawa yang mahir bahkan "medhok" menggunakan bahasa jawa. Siapakah mereka.....?

Timo Scheunemann


sumber foto instagram timo_scheunemann

Timo Scheunemann saat ini adalah seorang pelatih sepak bola Persiba Balik Papan. Dia pelatih sepak bola berkebangsaan Jerman. Lahir di Kediri Jawa Timur 29 November 1973.Awal Tahun 2019 Timo beserta keluarganya melalui akun instagram timo_scheunemann   membagikan video ucapan tahun baru dalam bahasa jawa. Dalam video tersebut timo mewancarai saudara - saudaranya menggunakan bahasa jawa.
"Sering di tanya apakah sekeluarga hanya saya yang bisa bahasa jawa.. ini jawabanya😜😅"




Kakak timo dalam video tersebut juga fasih berbahasa jawa, walaupun sudah 2 tahun meninggalkan kota malang. 
"Nek awakkku, awakku wis rong puloh tahun ngilang soko malang, saiki ning Jakarta, tapi nek ngomong Jawa ya kecil rek "

Selain berprofesi sebagai pelatih sepak bola, timo juga pernah bermain dilayar lebar lho. Diantaranya Tendangan Dari Langit, 2010, sebagai coach Timo ( memerankan diri sendiri ) dan Rudy Habibie, 2016, sebagai pastur Gilbert.

Baca postingan populer : teks pasrah temanten kakung
 serta bagaimana menjadi among tamu


Cak Dave Jephcott itulah panggilan akrabnya, yang ini tentu sudah tak asing lagi. Pria berdarah  Australia ini sejak kecil  hidup di Surabaya mengikuti ayahnya yang seorang dosen. Dave Jephcott kecil dan Nathan kakaknya terbiasa membaur dengan lingkungannya yang warga jawa asli Surabaya. Mereka bermain permainan tradisional seperti bermain kelereng , layangan seperti anak kecil pada umumya, sehingga dapat berbicara dengan medhok logat jawa. Terutama Bahasa Jawa timuran atau Suroboyoan.

Sejak menjadi Youtuber 12 September 2011 saat ini akun Youtube-nya  Londokampung telah memiliki 1.4 juta subscriber.



Cak Dave dalam salah satu video di Londokampung mengaku bahwa dia bangga berlogat medok  lebih lanjut ia juga mengatakan " Kenapa banyak orang di jawa mulai melupakan bahasa Jawa karena dinanggap kampungan? Sampai logat medok dalam berbahasa Indonesia saja dianggap jelek dan banyak orang tua melarang anaknya berbahasa Jawa. Ini HARUS segera berhenti!!
Padahal Bahasa Jawa itu kaya, 1 kata bahasa inggris ada berbagai kata dalam bahasa Jawa. Contoh makan, dalam bahasa Indonesia berarti makan, tetapi dalam bahasa Jawa, bisa mbadog, nggaglak, mangan, nedha, maem, dhahar.

Wah, tidak menyangka ya, pernyataan seperti itu bisa datang dari oarang yang bukan asli Indonesia bahkan bukan orang Jawa.

Menurut cak Dave ia mempunyai 5 alasan mengapa bangga dengan bahasa Jawa

1.Boso Jowo Iku Unik
Banyak  bahasa Jawa yang tidak akan kita temukan dalam bahasa Indonesia contoh : kunduran truck.
Coba cari dalam bahasa Indonesia?

2.Boso Jowo Iku Mbanyol
Bahasa Jawa pernah dianggap seperti bahasa Italia oleh teman Dave di Australia

3.Boso Jowo Marai Luwih Akrab
Ketika sedang diwarung atau di tempat umum lainnyamerasa  lebih bisa akrab bila menggunakan bahasa Jawa, dibanding menggunakan bahasa Indonesia apalagi bahasa Inggris

4.Bagian Awak Kenek Dinggo Ilokan
Bila tidak suka dengan perilaku seseorang maka cukup menambahkan kata Mu dibelakang bagian tubuh kita maka sudah menjadi bahan, misalnya dhengkulmu, endhasmu, lambemu dan lain sebagainya.

5.Wong Jowo Nang Ndi Ae Onok
Orang Jawa di manapun ada, karena orang jawa sudah banyak yang merantau baik ke kota-kota diseluruh Indonesia bahkan keluar negeri. Di Australia tempat asal Dave juga banyak ditemui orang Jawa.




Jang Hansol

sumber foto instagram hansoljang110

Jang Hansol  nah... kalo yang ini bukan bule karene dia adalah seorang pemuda asal Korea berumur 24 tahun yang mahir dan medhok dalam berbahasa jawa. Kapandaiannya dalam berbahasa jawa diperoleh secara otodidak melalui pergaulan bersama teman - temannya selama 16 tahun tinggal di indonesia, tepatnya di kota Malang.


"lha tinggale ndek  Jawa Timur lho masa ga mau belajar? Keluar mbe temen itu secara otomatis isa ngomong bahasa Jawa, " ini adalah ucapan Jang dalam vlog Youtube berjudul Menjawab Pertanyaan part 1

Melalui akun Youtube-nya yang berjudul Korea Reomit , jang  Hansol ingin berbagi cerita unik dan rumit mengenai kehidupannya. Nama " Korea Reomit " ( baca : Rumit) mempunyai arti tersembunyi . Reomit sebenarnya adalah kata "Timoer" yang dibalik. Hal ini mengesankan bahasa Malang yang biasa dibalik-balik susunan katanya. Seperti "Singo Edan" yang biasa di tulis "Ongis Nade".

Jang Hansol juga berkesempatan bertanya langsung kepada Bapak Presiden Joko Widodo saat beliau berkunjung ke Korea.

" Kulo badhe tangled" begitu ucapan Jang Hansol saat bertanya  kepada Presiden Jokowi yang di unggah melalui akun Youtube   Korea Reomit  yang berjudul Aku tanya pak Jokowi pakai bahasa JAWA!!
 

Demikian tulisan tentang orang bukan jawa yang mencintai dan melambungkan Bahasa Jawa di kancah nasional dan internasional.Bagaimana dengan kita yang orang Jawa, apakah masih merasa malu menggunakan bahasa Jawa ? Apakah masih malu medok ? 

Dan saya pribadi merasa bangga dengan tiga orang ini, mereka sukses menggakat bahasa Jawa, saya sendiri mencintai dan terus mempelajari budaya dan bahasa Jawa. Bagaimana dengan pembaca yang budiman?

No comments:

Post a Comment