Showing posts with label adat jawa. Show all posts
Showing posts with label adat jawa. Show all posts

PAMILAHE BASA MANUT UNGGAH-UNGGUHE ( PEMAKAIAN BAHASA JAWA MENURUT ADAT KESOPANAN )

PAMILAHE BASA MANUT UNGGAH-UNGGUHE ( PEMAKAIAN BAHASA JAWA MENURUT ADAT KESOPANAN )
Bahasa Jawa dalam penggunaannya mempunyai tingkatan yaitu :
Basa Krama
  • Krama kedhaton
  • Krama Desa
  • Krama Inggil
  • Wredha Krama
  • Mudha Krama
  • Krama Lugu ( Kramasastra )
Basa Madya
  • Madya Krama
  • madyantara
  • Madya Ngoko
Basa Ngoko
  • Ngoko Andhap
  • Ngoko Lugu
https://cinta-budayajawa.blogspot.com/2019/11/pamilahe-basa-manut-unggah-ungguh.html 
Basa Krama inggil iku basa sing luwih ngajeni ( luwih Alus ) kanggo ngluhurake wong liya lan ngasorake awake dhewe. Basa krama inggil uga diarani basa krama alus.
tuladha basa krama inggil antarane ;
  • Bapak tindak dhateng Surabaya dinten Senin 
  • Pak Suwarno nembe mucal kelas tiga.
  • Eyang putri nembe siram.
  • Buku kula dipun asta Bapak Guru
Sing migunaake basa krama yaiku :
( yang manggunakan basa krama adaalah )
  1. Murid marang guru.
  2. wong enom marang sing luwih tuwa.
  3. Anak marng wong tuwa.
  4. Reh-rehan / pegawe marang dhedhuwurane/pimpinane 
tuladha basa krama :
  • "punapa eyang putri sampun dhahar"?
  • Kula tumut bapak dhateng sabin.
  • Sari kala wau tumbas sandal.
Sing migunaake basa ngoko yaiku :
( yang manggunakan basa ngoko adaalah )
  1. bocah padha bocah
  2. wong cecaturan ( sing wis raket)
  3. wong sing luwih tuwa marang sing enom
tuladhane :
  • kowe aja turu dhisik!
  • sliramu aja mangan dhisik
  • kowe arep lunga menyang endi?
mekaten mugi saget migunani. matursuwun
rahayu.

Puasa dan Tapa Orang Jawa ( Kejawen )

Puasa dan Tapa Orang Jawa  ( Kejawen  )
sumber foto : krjogja.com
Bagi umat muslim menunaikan ibadah  puasa adalah suatu kewajiban yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Puasa merupakan rukun islam yang ketiga. Mengenai Puasa secara umum adalah  tindakan sukarela dengan berpantang dari makanan, minuman, atau keduanya, perbuatan buruk dan dari segala hal yang membatalkan puasa untuk periode waktu tertentu. Puasa dilaksanakan pada saat imsyak sampai datangnya waktu magrib.
Sebenarnya puasa juga dilakukan oleh umat agama selain islam termasuk orang jawa juga mengenal puasa yang biasa dinamakan puasa kejawen. Walaupun cara yang dilakukan berbeda, inti dari maksud dan tujuan puasa itu adalah pengekangan diri dari sebuah keinginan untuk mencapai sebuah tujuan.
Tentang puasa kejawen sendiri terdiri dari beberapa macam, yang masing-masing memiliki syarat yang berbeda-beda, di samping juga memberikan manfaat yang tak sama pula.

Macam-macam puasa kejawen dan penjelasannya :
1.Puasa Mutih
Dalam puasa mutih ini seseorang tdk boleh makan apa-apa kecuali hanya nasi putih dan air putih saja. Nasi putihnya pun tdk boleh ditambah apa-apa lagi (seperti gula, garam dll.) jadi betul-betul hanya nasi putih dan air puih saja. Sebelum melakukan puasa mutih ini, biasanya seorang pelaku puasa harus mandi keramas dulu sebelumnya dan membaca mantra ini : “niat ingsun mutih, mutihaken awak kang reged, putih kaya bocah mentas lahirdipun ijabahi gusti allah.”

2.Puasa Ngidang
Hanya diperbolehkan memakan dedaunan saja, dan air putih saja. Selain daripada itu tidak diperbolehkan.

3.Puasa Ngrowot
Puasa ini adalah puasa yang lengkap dilakukan dari subuh sampai maghrib. Saat sahur seseorang yang melakukan puasa Ngrowot ini hanya boleh makan buah-buahan itu saja! Diperbolehkan untuk memakan buah lebih dari satu tetapi hanya boleh satu jenis yang sama, misalnya pisang 3 buah saja. Dalam puasa ini diperbolehkan untuk tidur.

4.Puasa Ngebleng
Puasa Ngebleng adalah menghentikan segala aktifitas normal sehari-hari. Seseorang yang melakoni puasa Ngebleng tidak boleh makan, minum, keluar dari rumah/kamar, atau melakukan aktifitas seksual. Waktu tidur-pun harus dikurangi. Biasanya seseorang yang melakukan puasa Ngebleng tidak boleh keluar dari kamarnya selama sehari semalam (24 jam). Pada saat menjelang malam hari tidak boleh ada satu lampu atau cahaya-pun yang menerangi kamar tersebut. Kamarnya harus gelap gulita tanpa ada cahaya sedikitpun. Dalam melakoni puasa ini diperbolehkan keluar kamar hanya untuk buang air saja.

4. Puasa Pati geni
Puasa Patigeni hampir sama dengan puasa Ngebleng. Perbedaanya ialah tidak boleh keluar kamar dengan alasan apapun, tidak boleh tidur sama sekali. Biasanya puasa ini dilakukan sehari semalam, ada juga yang melakukannya 3 hari, 7 hari dst. Jika seseorang yang melakukan puasa Patigeni ingin buang air maka, harus dilakukan didalam kamar (dengan memakai pispot atau yang lainnya). Ini adalah mantra puasa patigeni : “niat ingsun patigeni, amateni hawa panas ing badan ingsun, amateni genine napsu angkara murka krana Allah taala”.

5. Puasa Ngelowong
Puasa ini lebih mudah dibanding puasa-puasa diatas Seseorang yang melakoni puasa Ngelowong dilarang makan dan minum dalam kurun waktu tertentu. Hanya diperbolehkan tidur 3 jam saja (dalam 24 jam). Diperbolehkan keluar rumah.

6. Puasa Nganyep
Puasa ini adalah puasa yang hanya memperbolehkan memakan yang tidak ada rasanya. Hampir sama dengan Mutih , perbedaanya makanannya lebih beragam asal dengan ketentuan tidak mempunyai rasa.

8.Puasa  Ngepel
Ngepel berarti satu kepal penuh. Puasa ini mengharuskan seseorang untuk memakan dalam sehari satu kepal nasi saja. Terkadang diperbolehkan sampai dua atau tiga kepal nasi sehari.

10. Puasa Ngasrep
Hanya diperbolehkan makan dan minum yang tidak ada rasanya, minumnya hanya diperbolehkan 3 kali saja sehari.

11.Senin-kamis
Puasa ini dilakukan hanya pada hari senin dan kamis saja seperti namanya. Puasa ini identik dengan agama islam. Karena memang Rasulullah SAW menganjurkannya.

12.Puasa Ngeruh
Dalam melakoni puasa ini seseorang hanya boleh memakan sayuran / buah-buahan saja. Tidak diperbolehkan makan daging, ikan, telur dsb.

13.Puasa Wungon
Puasa ini adalah puasa pamungkas, tidak boleh makan, minum dan tidur selama 24 jam.

Selain berpuasa orang jawa pada jaman dahulu juga melakukan tapa. Orang yang bertapa sebetulnya juga melakukan puasa ditambah dengan melakukan  suatu kegiatan tertentu.

13. Tapa Jejeg
Tidak duduk selama 12 jam

14. Lelono
Melakukan perjalanan (jalan kaki) dari jam 12 malam sampai jam 3 subuh (waktu ini dipergunakan sebagai waktu instropeksi diri).

15. Kungkum
Kungkum merupakan tapa yang sangat unik. Banyak para pelaku spiritual merasakan sensasi yang dahsyat dalam melakukan tapa ini. Tatacara tapa Kungkum adalah sebagai beikut :
a) Masuk kedalam air dengan tanpa pakaian selembar-pun dengan posisi bersila (duduk) didalam air dengan kedalaman air se tinggi leher.
b) Biasanya dilakukan dipertemuan dua buah sungai
c) Menghadap melawan arus air
d) Memilih tempat yang baik, arus tidak terlalu deras dan tidak terlalu banyak lumpur didasar sungai
e) Lingkungan harus sepi, usahakan tidak ada seorang manusiapun disana
f) Dilaksanakan mulai jam 12 malam (terkadang boleh dari jam 10 keatas) dan dilakukan lebih dari tiga jam (walau ada juga yang memperbolehkan pengikutnya kungkum hanya 15 menit).
g) Tidak boleh tertidur selama Kungkum
h) Tidak boleh banyak bergerak
i) Sebelum masuk ke sungai disarankan untuk melakukan ritual pembersihan (mandi dulu)
j) Pada saat akan masuk air baca mantra ini :
“ Putih-putih mripatku Sayidina Kilir, Ireng-ireng mripatku Sunan Kali Jaga, Telenging mripatku Kanjeng Nabi Muhammad.”
k) Pada saat masuk air, mata harus tertutup dan tangan disilangkan di dada
l) Nafas teratur
m) Kungkum dilakukan selama 7 malam biasanya

16. Ngalong
Tapa ini juga begitu unik. Tapa ini dilakuakn dengan posisi tubuh kepala dibawah dan kaki diatas (sungsang). Pada tahap tertentu tapa ini dilakukan dengan kaki yang menggantung di dahan pohon dan posisi kepala di bawah (seperti kalong/kelelawar). Pada saat menggantung dilarang banyak bergerak. Secara fisik bagi yang melakoni tapa ini melatih keteraturan nafas. Biasanya puasa ini dibarengi dengan puasa Ngrowot.

17. Tapa Pendem / Ngeluwang
Tapa Ngeluwang adalah tapa paling menakutkan bagi orang-orang awam dan membutuhkan keberanian yang sangat besar. Tapa Ngeluwang disebut-sebut sebagai cara untuk mendapatkan daya penglihatan gaib dan menghilangkan sesuatu. Tapa Ngeluwang adalah tapa dengan dikubur di suatu pekuburan atau tempat yang sangat sepi. Setelah seseorang selesai dari tapa ini, biasanya keluar dari kubur maka akan melihat hal-hal yang mengerikan (seperti arwah gentayangan, jin dlsb). Sebelum masuk kekubur, disarankan baca mantra ini :
“ Niat ingsun Ngelowong, anutupi badan kang bolong siro mara siro mati, kang ganggu maang jiwa insun, lebur kaya dene banyu krana Allah Ta’ala.”
Tapa pendem saat ini sedang ramai di dunia media sosial, yaitu seorang warga desa Bendar Kecamatan Juana Pati yang bernama Supani (63) atau mbah Pani telah seselai melakukan puasa pendem yaitu dikubur layaknya mayat selama 5 hari 5 malam.
mbah pani telah selesai tapa pendem
 Dalam melakoni puasa-puasa diatas, bagi pemula sangatlah berat jika belum terbiasa. Oleh karena itu disini akan dibekali dengan ilmu lambung karang. Ilmu ini berfungsi untuk menahan lapar dan dahaga. Dengan kata lain ilmu ini dapat sangat membantu bagi oarang-orang yang masih ragu-ragu dalam melakoni puasa-puasa diatas. Selain praktis dan mudah dipelajari, sebenarnya ilmu lambung karang ini berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang kebanykan harus ditebus/dimahari dengan puasa. Selain itu syarat atau cara mengamalkannyapun sangat mudah, yaitu :
1. Mandi keramas/jinabat untuk membersihkan diri dari segala macam kekotor
2. Menjaga hawa nafsu.
3. Baca mantra lambung karang ini sebanyak 7 kali setelah shalat wajib 5 waktu, yaitu :
Bismillahirrahamanirrahim
Cempla cempli gedhene
Wetengku saciplukan bajang
Gorokanku sak dami aking
Kapan ingsun nuruti budine
Aluamah kudu amangan wareg
Ngungakna mekkah madinah
Wareg tanpa mangan
Kapan ingsun nuruti budine
Aluamah kudu angombe
Ngungakna segara kidul
Wareg tanpa angombe
Laailahaillallah Muhammad Rasulullah

Tulisan ini saya sunting dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita.
Rahayu

nama hari menurut kerata basa dan maknanya

nama hari menurut kerata basa dan maknanya


Bahasa Jawa bahasa yang kaya dengan kosa kata dan makna. Dalam bahasa jawa ada istilah kerata basa atau Jarwa dhosok. Pengertian kereta basa dalam bahasa jawa yakni ereta basa utawa jarwa dhosok yaiku negesi tembung kapirid saka wancahan wandane, utawa nguthak-athik tembunge supaya mathuk. Kalau diterjemahkan dlam bahasa indonesia kurang lebih, mengartikan kata yang diambil dari suku kata sebuah kata menjadi sebuah kalimat yang mengandung suatu makna tertentu. Kerata basa ini banyak sekali karena hampir semua kata bahasa jawa bisa di-kerata basa -kan. 
berikut ini adalah kerata basa dari hari-hari dalam seminggu

Dina seminggu kuwi ana pitu
Pitu mengandung arti pitutur ( nasehat ), pituduh ( penjelasan ), pitulungan ( pertolongan ),

Senin /senen.
Tegese aja boSen marang uNen-uNen ( unen-unen wong jawa kang bisa kanggo tuntunan marang kauripan.
Jangan bosan dengan pepatah ( pepatah jawa yang bisa dijadikan tuntunan dalam kehidupan )

Selasa
Tegese Selakno ngamal marang Sapa-Sapa ( luangke ngamal  karo sapa wae )
Sempatkan untuk selalu beramal kepada siapapun juga tanpa pandang bulu 

Rebo
Tegese Kerepo sinau ben ora bodho ( urip kudu ditelateni kanggo golek ilmu )
sering-seringlah atau rajinlah dalam menutut ilmu, karena menuntut ilmu itu penting tetapi jangan sampai asal mencari ilmu )

Kemis
Luwih becik mingkem tinimbang lamis ( luwih becik meneng tinimbang ngrasani utawa ngomongke liyan )
Lebih baik diam dari pada bicara tapi tak berguna apalagi menggunjingkan kejelekan orang lain )

Jumat
Jumbuhake lelakon karo niat/kekarepan ( niat utawa kekarepan kudu di upaya kang temen, amrih bisa kelakon 
Jika mempunyai cita-cita harus berusaha keras supaya apa yang dicita-citakan bisa tercapai.

Sabtu
Tegese Insap-po marang barang sing wis kawetu ( sak bejaa bejane wong edan isih beja wong sing eling lan waspada )
Sehebatnya orang yang menghalalkan cara, tetapi masih beruntung orang yang selau berbepang teguh pada iman

Minggu
Tegese Minggirono barang sing ala, lakonana barang kang rahayu ( tinggalake barang sing ala, lakoni barang kang apik )
Hindari perbuatan yang jelek dan jalankan perbuatan yang baik

Demikian jarwa dhosoke dina seminggu, semoga bermanfaat, silahkan beri komentar untuk kemjuan blog ini. terima kasih telah 

Slamet, Wilujeng, Sugeng, Rahayu, Raharja, Basuki, lan Widada

Slamet, Wilujeng, Sugeng, Rahayu, Raharja, Basuki, lan Widada

sumber foto : https://www.instagram.com/showimah/
Bahasa jawa adalah bahasa yang kaya dengan kosa kata dan persamaan. Sebagai contoh adalah kata ( tembung ) slamet. Dalam bahasa kata slamet adalah selamat yang artinya terbebas dari bencana, arti lainnya adalah sehat. Kata selamat bisa berarti ucapan doa dan salam. Tetapi kata Slamet dalam bahasa jawa bisa menjadi berbagai makna dan arti dan juga banyak kata yang berarti serupa.

Berikut ini kata slamet dan kata lainnya yang mempunyai arti sama :
1. SLAMET
Tembung padinan, ngoko, sing asale saka basa Arab "salam" sing tegese keslametan.
Tuladha : 
  • Kabar sing tak tampa kabeh padha slamet
  • muga - muga kowe slamet tekan ngomah
2. WILUJENG
Basa krama sing tegese ya slamet, sing mengku surasa luput saka bebaya (terlepas dari bahaya).
Tuladha :
  • Wilujeng nir ing sambekala
  • Tansaha wilujeng datan manggih alangan setunggal menapa

3. SUGENG
Basa krama inggil/aluse slamet, sing mengku surasa seger kuwarasan (segar bugar). Mula tembung "sugeng" uga duweni teges "urip" sing mengku karep isih seger kuwarasan.
Tuladha :
  • kasugengan mugi tansah kajiwa kasarira
  • Simbah taksih sugeng

4. RAHAYU
Tegese ya slamet sing surasane luput ing kacilakan utawa kasengsaran (terlepas dari kecelakaan/kesengsaraan).
tuladha :
  • Rahayu kalis ing rubeda
  • Mugi rahayu nir ing pringga bayaning marga
5. RAHARJA
Tegese uga slamet sing ngemu surasa adoh saka bebaya, tebih saking parangmuka (jauh dari mara bahaya). Ing bausastra basa Jawa (Poerwadarminta) "raharja" uga ditegesi reja utawa rame.
Tuladha :
  • Raharja ingkang sami pinanggih
  • Gemah ripah loh jinawi tata tentren karta raharja
6. BASUKI
Tegese uga slamet sing mengku surasa bisa terus tanpa alangan (selalu tanpa halangan). Teges sing liyane yaiku mulya utawa kamulyan.
Tuladha :
  • Adicara siang punika sampun kaleksanan kanthi basuki
  • Jer Basuki Mawa Beya
7. WIDADA
Tegese ya slamet sing surasane tulus utawa lestari keslametane (lestari dalam keselamatan)
Tuladha :
  • Mugi lestari widada anggenipun amemangun bale wisma.
Tetapi penggunaan kata-kata di atas sekarang ini sudah terbawa budaya barat seperti "goedemorgen" (Belanda), "guten morgen" (Jerman), "good morning" (Inggris), sehingga menjadi selamat pagi, sugeng enjing, wilujeng enjing lsp.

Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua terutama bagi pecinta budaya jawa. Terima kasih mohon kritik, saran supaya lebih baik lagi, silahkan anda tulis dikolom komentar.
Rahayu.

Karakter - Karakter Hebat Kunci Hidup Sukses Orang Jawa

Karakter - Karakter Hebat Kunci Hidup Sukses Orang Jawa

karakter orang jawa

     Setiap orang terlahir ditempat yang berbeda, dari tempat mereka dilahirkan membentuk sifat atau karakter yang berbeda pula. Begitu juga dengan orang orang jawa. Orang jawa mempunyai karakter yang njawani ( mengamalkan nilai jawa ), dalam menjalankan kehidupannya.Karakter ini banyak di miliki orang Jawa dan bisa menjadi acuan menjadi kunci kesuksesan dalam kehidupan.

    Kali ini saya akan menulis tentang karakter apa saja yang di miliki orang jawa, menurut pandangan saya, mudah-mudahan bagi pembaca yang lebih "mudheng"  berkenan untuk menambahkan kekurangan pada postingan saya ini.

    Baiklah , karakter orang jawa yang bisa kita lihat antara lain :

    Baca juga :

    contoh pasrah temanten kakung bahasa jawa

    contoh atur kendurenan

    1.Sopan
    Orang Jawa selalu menjaga nilai kesopanan yang disebut unggah-ungguh . Bentuk unggah ungguh orang jawa antara lain adalah selalu mendahulukan orang tua. Baik dilingkungan keluarga maupun dilingkungan yang lebih luas. Contoh : saat kita sedang menghadiri acara walimahan atau resepsi maka saat memberikan makanan dan minuman selalu di dahulukan kalangan orang tua atau yang di tuakan. Selain itu saat berjalan melintas dihadapan orang tua, orang jawa mempunyai kebiasaan membungkukkan badan, sambil memberikan senyuman.

    2.Kalem dan penurut
    Orang jawa dikenal mempunyai perilaku miturut dhawuhe sesepuh. Mengapa demikian, karena orang jawa menganggap orang yang lebih tua lebih berpengalaman dalam menjalani kehidupan. Apabila mempunyai pendapat yang berbeda maka akan menyampaiakan dengan halus dengan  ucapan nuwun sewu atau mohon maaf sebelumnya. Orang jawa cenderung takut membantah perintah dan ucapan orang tua karena takut kualat dan disebut ora elok.

    3.Ramah
    Grapyak  lan semanak. Saat memanggil seseorang selalu diawali dengan kata "mas", "mbak", "pak" dan lainya. Kalau jaman dahulu mungkin "kisanak dan  nisanak ", bila yang dipanggil belum saling mengenal. Jadi tidak akan kita temui orang jawa yang memanggil orang lain dengan nama orang tersebut walaupun sudah saling mengenal. Apabila berpapasan di jalan maka akan tersenyum atau "manthuk" ( mengangguk ), sambil mengucapkan "monggo". Hal ini memberikan kesan orang jawa mudah untuk diajak bekerja sama, karena sifat ramahnya ini. Orang tentu akan selalu nyaman apabila berteman dengan orang yang  grapyak.

    4.Ringan tangan/suka membantu
    Dalam bahasa jawa disebut "enthengan bahu ", hal ini bisa dilihat adat orang jawa yang selalu bergotong royong, baik untuk individu yang disebut "sambatan" maupun untuk umum yang disebut "gugur gunung".
    Di saat gugur gunung maupun sambatan semua akan berbaur tidak memandang tingkatan sosial. Baik yang petani, pegawai, semuanya bekerja sama.Dari sinilah orang jawa bisa dinilai sebagai orang yang punya nilai sosial yang tinggi. Dengan nilai sosial yang tinggi tentulah orang lain akan menghargainya.

    5.Narima
    Menerima suatu keadaan dengan apa adanya dan tidak menuntut dengan berlebihan. Jadi,  orang jawa itu apabila mendapatkan barang, atau bagian pekerjaan, ia akan menerima dan  menjalaninya dengan apa adanya. Tidak akan membandingkan dengan apa yang diterima oleh orang lain, karena menganggap itulah bagian dirinya yang harus diterima dan disukuri. Sikap narima ini memberikan arti bahwa orang jawa tidak ambisius.

    6.Senang mengalah
    Sikap senang mengalah orang jawa bisa diartikan saat terjadi suatu masalah, mengalah yang bukan berarti kalah. Dalam kondisi terjadi konflik sikap mengalah ini adalah diam. Sikap diam ini akan membuat suasana tidak menjadi lebih runyam, sehingga dengan diam mengajak orang  berfikir tentang solusi yang baik, dan dapat meredakan emosi. Setelah emosi terkandali maka memungkinkan terpecahkan masalah dengan damai.

    7.Ora Neko-neko
    Tidak aneh-aneh, tak bermewah-mewahan, apa adanya. Kenapa? Dengan bersikap yang aneh-aneh dan bermewah-mewahan tidak menjamin kehidupan menjadi lebih hebat. Selalu tidak "neko-neko " dalam kehidupan baik dalam penampilan, bahasa, perbuatan akan membuat orang senang. Berbeda dengan yang "neko-neko", orang akan tidak suka dengan dengan orang  ini. Akan dianggap palsu karena tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

    Itulah beberapa karakter orang jawa yang bisa dijadikan acuan agar kehidupan menjadi lebih baik. Apabila ada yang salah dan kekurangan, silahkan dikomentari ditambahkan, dikoreksi saya akan legawa menerimanya. Monggo.....silahkan.

    Dan mudah mudahan dengan tulisan ini bisa menambah wawasan kita. Dan terima kasih telah berkunjung di blog saya ini. Terima kasih.

    Prosesi Lamaran Adat Jawa

    Prosesi Lamaran Adat Jawa

    acara lamaran
    liru kalpika rukmi ( tukar cincin ) saat acara lamaran


    Prosesi lamaran pernikahan merupakan acara yang dinantikan oleh calon pengantin beserta keluarganya. Pada saat inilah, pihak keluarga pria secara resmi meminang sang mempelai wanita untuk memasuki jenjang pernikahan.
    Prosesi lamaran pernikahan adat jawa telah mengalami perubahan, mengikuti perkembangan zaman, banyak yang mulai ditinggalkan karena terlalu ribet dan lainnya.

    Prosesi Lamaran Adat Jawa Lama

    Dalam tata cara perjodohan adat lama, upacara lamaran bersifat terbuka, spekulatif, dan membutuhkan kesiapan jiwa dari pihak si pelamar. Dalam arti, siapapun boleh mengajukan lamaran kepada si gadis. Walaupun si pelamar dan yang dilamar tidak saling mengenal. Akan tetapi, pihak keluarga si gadis membutuhkan waktu untuk memberikan jawab, apakah lamaran ditolak atau diterima. Bisa dalam beberapa hari atau berbulan-bulan.

    Namun sekalipun intinya menyetujui lamaran dan menerima, pihak wanita biasanya tetap minta waktu untuk memikirkannya. Konon ini erat kaitannya dengan harga diri keluarga. Kalau pihak keluarga wanita dengan mudah menerima lamaran yang datang, maka mereka dianggap menurunkan derajat anak gadis mereka di hadapan keluarga pelamar.

    Dalam lamaran dan pertemuan resmi antara kedua pihak orang tua, perlu dilibatkan kehadiran beberapa saksi. Agar, segala hal yang telah disepakati oleh kedua pihak, bisa dilaksanakan dengan baik. Apabila pihak wanita sudah menyatakan persetujuan atas lamaran yang diajukan pihak pria, maka disepakatilah tanda jadi atau tanda persetujuan atau paningset.

    Konsep paningset ini menjadi tradisi yang mengikat kedua pihak, baik calon pengantin maupun keluarga. Bila salah satu mengingkari kesepakatan, tentu ada sanksi, baik secara adat maupun pribadi. Umumnya, paningset diserahkan oleh pihak calon pengantin pria kepada calon pengantin wanita. Kemudian dilanjutkan pemasangan peningset berupa cincin oleh pengantin pria kepada calon pengantin  wanita. Acara ini di sebut Liru Kalpika Rukmi atau tukar cincin.

    Jenis Jenis Peningset Jawa
    • Peningset Utama.
    Berupa cincin polos tanpa mata (sesupeseser) serta seperangkat perlengkapan sandang wanita, yang terdiri dari setagen, kain batik truntum, sindur yaitu selendang panjang berwarna merah dan putih, dan semekan (penutup payudara).

    • Peningset abob-abon atau akar-akar pengikat.
    Terdiri dari jeruk gulung atau jeruk Bali, tebu wulung atau tebu hitam,sekul golong atau nasi yang dibentuk bulatan bulatan dan seitap dua bulatan dibungkus daun pisang), pisang mas, dan perlengkapan makan sirih.

    • Pengiring paningset, atau paningset pengiring.
    Yaitu berbagai macam hasil bumi, antara lain beras, umbi-umbian, dan sebagainya. Tujuannya untuk membantu meringankan anggaran tuan rumah dalam penyelanggaraan hajat.


    peningset lamaran
    ilustrasi: saat wakil mempelai pria menyerahkan peningset
    Prosesi Lamaran Adat Jawa Sekarang

    Dengan berjalannya waktu, pertimbangan tradisi lama terkait dengan lamaran sudah banyak bergeser. Pada masa sekarang, sepasang calon pengantin biasanya sudah cukup lama berpacaran dan saling mengenal sebelum memutuskan untuk menikah. Sehingga, lamaran dimaknai lebih sebagai pertemuan resmi antara orangtua keluarga pihak pria dengan orangtua pihak wanita, di mana juga dibicarakan kesepakatan mengenai tanggal pernikahan, pelaksanaan pernikahan, dan sebagainya.

    Sekarang ini  dengan alasan kepraktisan, acara penyerahan atau srah-srahan paningset sering digabungkan bersamaan dengan upacara midodareni.

    Peningset sekarang

    Di masa sekarang, paningset berupa cincin dan masih ditambah dengan perhiasan lain seperti gelang, kalung, untuk calon pengantin wanita.
    Sedangkan untuk peningset pengiring kini kebanyakan sudah diganti dengan uang untuk membantu penyelenggaraan perkawinan.
    Tambahan lainnya adalah berupa makanan khas sekedar oleh-oleh yang dihidangkan saat acara lamaran itu sendiri, yang berupa gemblong atau jadah, rengginang, wajik, dan buah-buahan pisang, jeruk, apel, anggur dan lainnya.

    Ada lagi yaitu saat upacara perkawinan, urutan upacara panggih temanten, pihak  mempelai pria membawa perlengkapan rumah tangga, lemari, meja rias, kulkas, bahkan ada yang membawa sapi atau kerbau dan motor. Semua itu dimaksudkan untuk bekal mengarungi keluarga yang baru.


    baca juga : teks pasrah dan panampi pengantin

    Itulah prosesi lamaran adat jawa, tidak ada keharusan untuk melaksanakan semua itu,semuanya tergantung pihak yang melaksanakannya, tergantung pada kamampuan masing-masing.

    referensi : mahligai.indonsia

    lagu dolanan anak tahun 70-80an

    Lagu Dolanan anak tahun 70 - 80an

    tahun 1970 1980


    Lagu - lagu ini sering dinyanyikan anak-anak sekitar tahun 1970 sampai tahun 1980 an, baik saat bermain maupun saat sedang belajar di bangku sekolah, terutama Taman Kanak-Kanak. Bagi yang mengalami masa masa kecil saat itu tentu akan ingat dengan lagu lagu ini, walaupun sudah banyak yang lupa. Mudah mudah an dengan membaca lagu di bawah ini dapat mengingatkan kita yang mengalami masa-masa itu. Lagu dolanan Tahun 70-80an antara lain.

    baca juga : tembang jawa turi-turi pitih

     1.Gambang Suling
    Gambang suling kumandhang swarane
    tulat tulit, kepenak unine
    Unine mung nrenyuhake
    Barengan kentrung, ketipung suling
    Sigrak kendhangane

    2. Bang bang Tuut

    Bang bang tut jendhela uwa uwa
    Sapa bali ngentut di tembak raja tua
    Menyang Kali ngiseni kendhi
    Jeruk purut wadhah entut

    3. Cublak cublak suweng

    Cublak cublak suweng
    suwenge ting gemlenter
    Mambu ketundhung gudel
    Pak Kempong lera lere
    Sapa nggawa ndelikake
    Sir sir pong dhele gosong
    sir sir dhele goson

    4.Siji loro telu

    Siji loro telu
    astane sedheku
    Mirengake bu Guru
    Mengko yen di dangu

    Papat nuli limo
    Lenggahe sing tata
    Aja padha sembrana
    Mundhak ora bisa

    5.Padhang Bulan

    Yo prakanca dolanan ning  Njaba
    Padhang bulan padhange kaya rina
    Rembulane kang ngawe - awe
    Ngelingake aja padha turu sore

    6. Dhondong apa salak

    Dhondong apa salak
    Duku cilik-cilik
    Andhong apa becak
    Mlaku thimik-thimik

    7. Menthok - Menthok

    Menthok - Menthok tak kandhani
    Mung solahmu angisin - isini
    Bok ya aja ndheprok
    Ana kandhang wae
    Enak - enak ngorok
    Ora nyambut gawe
    Menthok - Menthok
    Mung lakumu megal megol gawe guyu

    8. Gundhul - gundhul pacul

    Gundhul - gundhul pacul ....cul gemblelengan
    Nyunggi - nyunggi wakul ... kul, gemblelengan
    Wakul ngglimpang, segane dadi sak ratan
    Wakul ngglimpang, segane dadi sak ratan

    9.Sluku - sluku bathok

    Sluku - sluku bathok
    Bathok ela- elo
    Si rama menyang solo
    Leh-olehe payung montho
    Mak jenthit lolo lobah
    Wong mati ora obah
    Yen obah medeni bocah
    Yen urip golekko dhuwit

    10. Gotri

    Gotri legendri naga sari ri
    Riwul owwal awul jadah menthul tul
    tolen olen olen jadah manten ten
    ( ti )tenana besuk gedhe dadi apa pa
    padha mbakul enak mbakul sedeng deng
    dengklok engklek engklok kaya kodok

    11. Kidang Talun

    Kidang Talun
    Mangan kacang talun
    mil kethemil mil kethemil
    si kidang mangan lembanyung

    12. Dayohe Teka

    e dayohe teka
    e gelarno klasa
    e klasane bedhah
    e tambalen jadah
    e  jadahe mambu
    e pakakno asu
    e asune mati
    e guwak ning kali
    e kaline banjir
    e centhelna pager
    e pagere ambruk
    e dokok ning nge buk

    13. Kodok ngorek

    Kodok ngorek kodok ngorek
    ngorek pinggir kali
    theot theblung theot theblung
    theot theot teblung

    golek pangan golek pangan golek golek pangan

    theot theblung theot theblung
    theot theot teblung

    bocah pinter bocah pinter
    besuk dadi dhokter
    bocah bodho bocash bodho
    besuk kaya kebo ( lenga - lengo )

    baca juga lirik tembang : kidung wahyu kalaseba  
    gugur gunung

    Mikul dhuwur mendhem Jero

     Mikul dhuwur mendhem Jero

    kasih sayang ibu terhadap anak
    kasih sayang ibu tak terkatakan
    Adalah sebuah peribahasa jawa yang sangat dalam artinya. Jika diambil dari  kata - katanya, mikul artinya memikul, yakni membawa diatas bahu. Duwur artinya tinggi, Mendem artinya menanam.  jero artinya dalam. Dengan demikian "mikul duwur mendem jero" arti mudahnya  adalah ada sesuatu yang harus dijunjung tinggi dan ada yang harus ditanam dalam-dalam.

    Masalahnya apa yang harus dijunjung tinggi dan apa yanng harus ditanam dalam-dalam dan dalam keadaan bagaimana hal itu dilakukan?

    Mikul dhuwur mendhem jero diartikan meninggikan atau menonjolkan kelebihan serta kebaikan orang tua dan menutupi kekurangan atau keburukan orang tua. Namun peribahasa tersebut sebenarnya memiliki makna sangat dalam, yakni njunjung drajade wong tuwa (menjunjung tinggi derajat dan harkat martabat orang tua). Peribahasa tersebut mengajarkan kita agar mampu menjunjung tinggi derajat dan harkat martabat orang tua, tidak membuat aib dan cela untuk kedua orang tua . Selain itu kita harus bisa menghargai serta menghormati orang tua. Tidak hanya orang tua dalam arti sempit namun juga dalam arti yang lebih luas, yakni orang yang lebih tua, pemimpin, tokoh masyarakat dan sebagainya.

    Sebagai contohnya kita sebagai anak tentu mengetahui apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan orang tua kita. Maka seharusnya kita melakukan apa yang menjadi kelebihan orang tua itu, sehingga tanpa kita sadari akan terlupakan semua kekurangan orang tua kita. Dengan berbuat kebaikan sehingga orang tidak akan mengungkit tentang keburukan orang tua kita.

    Apabila kita berbuat buruk seperti keburukan yang telah orang tua kita perbuat maka bertambah buruklah citra orang tua kita, apabila itu terjadi bukan tidak mungkin akan menjadi beban kita sendiri.

    "Mikul dhuwur mendhem jero" adalah kewajiban anak dalam berbakti kepada orang tuanya.

    Pager Mangkok Luwih Kuat Tinimbang Pager Tembok

    Pager Mangkok Luwih Kuat Tinimbang Pager Tembok
    kerukunan masyarakat desa
    Apa maksud dari kata - kata di atas ? Pager mangkok luwih kuat tinimbang pager tembok . Adalah pepatah bahasa jawa. Kenapa bisa Pagar yang terbuat dari mangkok  bisa lebih kuat dari pagar yang terbuat dari tembok, padahal mangkok adalah barang pecah belah, sedangkan tembok terbuat dari batu bata yang disusun dengan adonan pasir dan semen?

    Tentu bukan itu yang di maksud. Mangkok adalah simbol dari wadah atau tempat makanan, bisa bakso, mie ayam, sayur, kolak dan lainnya. Mangkok dalam kata " Pager Mangkok luwih kuat tinimbang pager tembok " adalah berarti sedekah yang berupa makanan. Bagi masyarakat yang hidup di pedesaan tentu tak asing dengan sedekah makanan yang dibagikan kepada tetangga. Jadi maksudnya apabila kita mempunyai makanan hendaklah berbagi kepada tetangga kita.

    Sedangkan tembok dalam " Paper mangkok luwih kuat tinimbang pager tembok " memang berarti tembok yang sebenarnya tembok, kuat secara lahirnya tetapi tidak kuat dalam arti kerukunan dalam bermasyarakat.

    Kenapa bisa?
    Ya. Dalam bermasyarakat manusia sebagaai makhluk sosial tidak bisa hidup sendirian , kita membutuhkan orang lain dalam keseharian kita. Sebagai contoh, saat kita mendadak  sakit, siapakah yang pertama kali mambantu kita, yang menengok kita ? Keluarga ? Saudara ? Atasan tempat kita bekerja? Teman kita? bukan. Jawabannya adalah tetangga. Saat kita sakit, saat kita sedang mempunyai keperluan yang besar atu kecil, tetanggalah orang yang pertama yang akan membantu dan kita mintai pertolongannya. Itulah perlunya kenapa harus membangun "Pager Mangkok". Jadi baguslah kalau kita membangun pager mangkok , dengan cara memperbanyak sedekah berupa makanan kepada tetangga kita.

    Di sisi lain walaupun kita mempunyai bangunan dengan tembok yang kuat, tidak akan menjamin keamanan bagi kehidupan dan keselamatan kita. Banyak contoh sebuah rumah dengan bangunan megah, lengkap dengan tembok kokoh dan sistem pengamanan yang hebat tetapi masih bisa tertembus kejahatan bahkan tetangga terdekatnya pun tidak mengetahuinya, karena toleransi antar tetangga kurang bagus dan cenderung ke sifat individualis. Dikota besar mungkin sudah biasa bila mereka tidak mengenal nama-nama antar keluarga.

    Itulah sekelumit tentang pepatah jawa yang mengatakan " Pager tembok luwih kuat tinimbang pager tembok". Pepatah yang menganjurkan kita supaya bersifat dermawan dan membangun sifat "tepa slira" dengan lingkungan sekitar. Sebuah pepatah yang membuat saya bangga menjadi orang jawa dengan budaya jawa.

    among tamu

    Among Tamu

    among tamu
    Among Tamu atau biasa disebut Penerima Tamu adalah seseorang yang ditugaskan oleh tuan rumah ( orang yang sedang punya hajat ) untuk menrima tamu.Biasanya seorang Among Tamu ditunjuk dari bagian keluarga besar atau para tokoh masyarakat setempat misalnya Ketua RT, dan seterusnya.

    Tugas Among Tamu
    Tugas seorang  among Tamu adalah menyambut kedatangan para tamu undangan dan kemudian mempersilahkan duduk di tempat yang semestinya, misalnya tamu seorang sesepuh ditempatkan ditempat yang paling bagus dan nyaman begitu seterusnya.

    Tata Cara Menjadi Among Tamu
    Menjadi seorang Among Tamu harus mengetahui tata cara dalam menerima tamu antara lain :
    • Gupuh
    Gupuh yaitu (age-age/ cepat-cepat ) atau apabila tamu datang sesegera mungkin diterima dengan dengan senyuman.
    •  Aruh
    Aruh yang berarti (ngaruh-ngaruhi) atau menyapa dengan mengatakan kata-kata seperti, wilujeng rawuh, wilujeng enjang, siang utawi dalu,monggo katuran pinarak, atau selamat datang, selamat pagi, siang atau malam mari silahkan...
    • Lungguh
    Lungguh artinya sebagai among tamu itu harus mencarikan tempat duduk, jangan sampai tamu bingung bagaikan layangan pedot, mencari tempat kesana kemari sendiri.
    •  Suguh
    Suguh, seorang Among Tamu yang baik apabila ada tamu yang baru datang harus selalu diamati apakah tamu tersebut sudah mendapat suguhan baik minuman, maupun makanannya.. Karena mereka datang itu juga membawa tali adih untuk yang punya kerja, dan seorang Among tamu itu adalah wakil dari  orang yang punya hajat, Jangan sampai Among tamu malah menjadi tamu, duduk di deretan depan, ambil minuman yang seharusnya untuk tamu malah di minumnya. Jika ada tamu datang haruslah segera berdiri menyambutnya..Jika tempat duduk para tamu sudah terisi penuh,  sebaiknya lengser ke tempat yang disediakan para Among tamu...

    Demikian postingan saya tentang Among Tamu, Semoga hal ini bermanfaat bagi anda yang di tunjuk sebagai Among Tamu.
    Terima Kasih telah berkunjung di blog saya.

    urutan panggih temanten jawa

    urut-urutane acara panggih temanten

     Assalamu'alaikum waromatullahi wabarokatuh
    Adat jawa kuwi akeh, senajan trimo acara mantenan wae acarane akeh banget, salah sijine yoiku puncake acara mantenan yo kuwi panggih utowo ono ugo sing nyebut temu nganten. Acara iki nggambarake prastawa wiwit awal nganten loro ketemu nganti sak teruse jejoodohan mbangun omah-omah.
    Urutane piye to, iki lho urutane:

    1. Mbalang Gantal
     Gantal kuwi : suruh temu rose sing di linting ditaleni benang putih

    Carane : Nganten lanang nguncalake gantal arane (gondhang tutur), dipaske dadane nganten putri. Nganten putri nguncalke gantal (gondhang kasih ) sing dituju dhengkule nganten lanang

    Artine : ngenten kakung wis mantep ketemu karo wanita pepujaning atine, sing wadon yo wis sarujuk menawa manten kakung pantes dibekteni.

    2.Ngidak Endhog/Tigan
    nganten putri mijiki nganten kakung sak wise ngidak endhog

    Carane :  nganten lanang ngidak endhog nganti pecah, sak teruse nganten putri mijiki sukune nganten kakung, lambang bektine manten putri marang bojo.

    3.Sinduran/Disingepi Sindur
    sinduran

    Carane ; pundake nganten loro ditutupi nganggo kain sindur mlaku alon nuju"krobokan"
    Ibu nganten putri mlaku ning mburi bapak ning ngarep karo nyekel kain sindur sing warnane abang putih. Kuwi duwe disebut "Ngendong anak" maksude wong tua maringi pangestu marang anak.

    4.Bobot Timbang

    Carane : Bapak lungguh, nganten lanang dipangku neng tengen, nganten putri ning kiwa. Ibu maju terus takon "Abot sing endi pak" Bapake njawab "pada wae bu"

    Artine : Ora ono bedane anatarane mantu lan anak kabeh wis dianggep anake dewe.

     5.Ngombe Rujak degan
    Carane : Rujak sak gelas diombe bapak, ibu lan nganten loro
     Artine : ngresiki lan nyegerke jiwa lan raga

    Baca Juga Artikel tentang Among Tamu


    6. Kacar kucur
    panggih 
    Carane : nganten kakung nuangke ubarampe ning pangkone nganten putri dilambari kain sindur

    Arine : nganteni kakung nduweni tanggung jawab nafkahi nganten putri.

    7. Dulangan
    Carane : nganten kakung  ndulang sego nganten putri semono ugo nganten putri ndulang temanten kakung
    Artine  : kuwi lambang temanten loro lagi "cumbono" andum katresnan


    8.Ngabekten/Sungkeman
    Carane : nganten putri sungkem marang nganten kakung, banjur sungkem warang bapak lan ibune

    Artine : prosesi bektine  nganten loro marang tiyang sepuh

    Kuwi kabeh acara inti panggih nganten miturut tata cara adat jawa, mbok menawa ana tambahan yoiku adang-adangan lan mbedhudhuk.

    Wis sak mene wae singkat tapi mugo-mugo gampang dipahami, opo to "panggih" kuwi.
    Matur Nuwun
    Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.