Syiir Tanpa Waton karangan Gus Dur beserta terjamahannya

Bagi umat Islam, khususnya bagi kaum nahdliyyin tentu mengenal Gus Dur atau Abdurrahman Wahid. Beliau adalah ulama kharismatik, yang sangat dihormati bahkan dari kaum non muslim. Bahkan sampai saat ini makam Gus Dur ta pernah sepi dari pengunjung yang ingin mendoa'akan beliau. 
Semasa hidupnya beliau pernah engarang sebuah shalawat yang berjudul Syiir Tanpa Waton. Lantunan shalawat ini sampai  sekarang masih sering kita dengarkan saat sacara keagamaan maupun jeda antara adzan dan iqomah saat shalat fardlu.

Adapun teks lengkap syiir Tanpo Waton beserta terjemahannya adalah sebagai berikut.

اَسْتَغْفِرُالله رَبَّ الْبَرَايَا # اَسْتَغْفِرُ الله مِنَ الْخَطَايَا

رَبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا نَافِعًا # وَوَفِّقْنِيْ عَمَلًا صَالِحًا

يَا رَسُوْلَ الله سَلاَمٌ عَلَيْك # يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ

عَطْفَةً يَاجِيْرَةَ الْعَلَمِ # يَا اُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ
Ngawiti ingsun nglaras syi’iran # Kelawan muji maring pengeran

(Aku memulai menembangkan (menyanyikan) syiir # dengan memuji kepada Tuhan)
Kang paring rahmat lan kenikmatan # Rina wengine tanpa pitungan

(Yang memberi rahmat dan kenikmatan siang dan malam tanpa perhitungan)
Duh bala kanca priya wanita # Aja mung ngaji syare’at bloko

(Wahai para sahabat pria dan wanita jangan hanya belajar syariat saja)
Gur pinter dongeng nulis lan maca # Tembe mburine bakal sangsara

(Hanya pandai mendongeng (bicara), menulis, dan membaca akhirnya hanya akan sengsara)
Akeh kang apal Qur’an hadise # Seneng ngafirke marang liyane

(Banyak yang hafal Al-Qur’an dan hadisnya suka mengkafirkan orang lain)
Kafire dewe ndak digatekke # Yen isih kotor ati akale

(Kekafirannya sendiri tidak diperhatikan kalau masih kotor hati dan akalnya)
Gampang kabujuk nafsu angkara # Ing pepaese gebyare donya

(Mudah tertipu nafsu angkara dalam hiasan gemerlapnya dunia)
Iri lan meri sugihe tangga # Mula atine peteng lan nista

(Iri dan dengki kekayaan tetangga maka hatinya gelap dan nista)
Ayo sedulur jo nglaleake # Wajibe ngaji sa’pranatane

(Mari saudara jangan melupakan kewajiban mengaji (belajar) lengkap dengan aturannya)
Nggo ngandelake iman tauhide # Baguse sangu mulya matine

(Untuk menebalkan iman tauhidnya bagusnya bekal mulia matinya)
Kang aran shaleh bagus atine # Kerana mapan seri ngelmune

(Yang disebut orang shaleh itu bagus hatinya #Karena sempurna seri keilmuannya)
Laku thariqat lan ma’rifate # Uga haqiqat manjing rasane

(Melakukan thariqat dan ma’rifatnya juga hakikat meresap rasanya)

Al-Qur’an qodim wahyu minulya # Tanpa tinulis isa diwaca

(Al-Qur’an qadim wahyu yang mulia # Tanpa ditulis bisa dibaca)

Iku wejangan guru waskita # Den tancepaken ing jero dada

(Itu wejangan (pesan) guru yang waskita # Ditancapkan ke dalam dada)

Kumantil ati lan pikiran # Mrasuk ing badan kabeh jeroan

(Tergantung (tertempel) di hati dan pikiran # Merasuk ke dalam badan dan tubuh)

Mukjizat Rosul dadi pedoman # Minangka dalan manjinge iman

(Mukjizat Rasul (Al-Qur’an) jadi pedoman # sebagai jalan masuknya iman)
Kelawan Allah kang Maha suci # Kudu rangkulan rina lan wengi

(Kepada Allah yang Maha Suci # Harus berpelukan (mendekatkan diri) siang dan malam)

Ditirakati diriyadhahi # Dzikir lan suluk ja nganti lali

(Diusahakan dan dilatih # Dzikir dan suluk jangan sampai dilupakan)
Uripe ayem rumangsa aman # Dununge rasa tanda yen iman

(Hidupnya tenteram dan merasa aman # itulah perasaan tanda beriman)

Sabar narimo nadjan pas-pasan # Kebeh tinakdir saking pengeran

(Sabar menerima meskipun (hidup) pas-pasan # Semua sudah ditakdirkan dari Tuhan)
Kelawan kanca dulur lan tangga # Kang pada rukun aja dursila

(Terhadap teman, saudara, dan tetangga # Rukunlah jangan bertengkar)
Iku sunnahe rasul kang mulya # Nabi Muhammad panutan kita

(Itu sunnah Rasul yang mulia # Nabi Muhammad suri tauladan kita)

Ayo nglakoni sekabahane # Allah kang bakal ngangkat drajate

(Ayo jalani semua #Allah yang akan mengagnkat derajatnya)

Senajan asor tata dzohire # Ananging mulya maqom drajate

(Meskipun rendah secara lahiriyah # Namun mulia kedudukan derajatnya di sisi Allah)
Lamun palastra ing pungkasane # Ora kesasar roh lan sukmane

(Ketika ajal telah datang di akhir # Tidak tersesat roh dan sukma (raga) nya)

Den gadang Allah swarga manggone # Utuh mayite uga ulese

(Disanjung Allah surga tempatnya # Utuh (lengkap) jasadnya juga kain kafannya)


يَا رَسُوْلَ الله سَلاَمٌ عَلَيْك # يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ

عَطْفَةً يَاجِيْرَةَ الْعَلَمِ # يَا اُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ


Semoga bermanfaat.
Rahayu

No comments:

Post a Comment